Advertisemen
4. Menambahkan Ekstensi AMP Valitador
Ini dia cara yang paling mudah, yaitu hanya dengan menginstal ekstensi yang bernama AMP validator pada web browser yang kita gunakan. Ekstensi ini saya rasa wajib bagi pengguna template AMP. Namanya juga manusia tentu kadang lupa, nah dengan menambahkan ekstensi ini kita tidak perlu repot-repot cek validasi AMP, cukup dengan melihat logo pada ekstensi tersebut kita sudah bisa mengetahuinya. Bagi yang belum menggunakan template AMP juga tidak ada salahnya untuk memasangnya supaya bisa mengetahui dan merasakan perbedaan kecepatan loading blog AMP.
Cara instalnya sangat mudah jadi tidak perlu dijelaskan :D , syaratnya harus menggunakan web browser opera dan atau chrome, demikian itu pada keterangan yang ada di website AMP Project. Untuk mozila firefox saya rasa ekstensi AMP validator belum ada, saya cari-cari tetapi tidak ketemu.
Setelah memasang ekstensi ekstensi AMP validator maka logo AMP akan tampak di sisi kanan atas pada web browser. Berikut beberapa keterangan warna pada logo Accelerated Mobile Pages:
AMP Validator
Logo AMP warna hitam putih ; menandakan halaman tersebut non AMP
Logo AMP warna hijau ; menunjukkan halaman valid AMP
Logo AMP warna biru ; menerangkan halaman tersedia dalam versi AMP
Logo AMP warna merah ; menegaskan halaman tersebut invalid AMP
Lalu bagaimana cara memperbaiki eror AMP? Untuk memperbaiki eror atau kesalahan AMP bisa dilakukan setelah mengetahui hasil uji validasinya, kemudian melihat apa saja kesalahan yang mungkin tidak berlaku untuk AMP.
Seperti yang terlihat pada gambar di atas tag attribut style tidak diperbolehkan. Tag style tersebut muncul sebagai kesalahan sebab saya menggunakan teks rata tengah dengan CSS inline
. Untuk menghilangkan kesalahan tersebut maka CSS inline tersebut harus dihapus.
Berarti tidak bisa menggunakan teks rata tengah atau rata kanan kiri dong? Bisa saja, yaitu dengan menambahkan CSS sendiri pada template AMP kita sebagai pengganti attribut style menjadi class. Akan hal ini saya sempat mempelajarinya, untuk lebih lengkapnya silahkan baca postingan sebelumnya.
Baca juga:
Memahami Cara Edit CSS pada Template AMP
Nah demikian Cara Mengetahui Validitas Halaman AMP HTML beserta beberapa eror AMP yang baru saya ketahui. Banyak yang masih belum saya ketahui terutama blog yang berplatform wordpres. Mungkin teman-teman bisa berbagi pengalamannya di kolom komentar.
Oh iya, sekedar tambahan. Kemarin saya sempat mengalami permasalahan seperti ini, pada logo ekstensi AMP validator terdapat 1 eror, tetapi setelah saya cek debug ternyata statusnya sudah pass (tidak ada eror). Kemudian saya tanya kepada ahlinya Adhy Suryadi, penyebabnya adalah akses internet indihome yang kita gunakan. Jadi bagi teman-teman pengguna indihome tidak perlu khawatir jika ada permasalahan seperti ini.
Advertisemen